WNI Dijual Online sebagai PRT, Menlu Kirim Nota Diplomatik ke Singapura
Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi mengirim nota diplomatik kepada Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan. Langkah itu ditempuh untuk menyikapi iklan "penjualan" pembantu rumah tangga (PRT) Indonesia secara online di Negeri Singa itu.
"Hari ini kedutaan kita menyampaikan nota diplomatik kepada Kemenlu Singapura. Meminta perhatian sekaligus juga meminta perhatian supaya ini tidak terulang lagi," kata Wamenlu A.M Fachir di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Menurut dia, Menlu Retno terus berkomunikasi dengan Vivian Balakrishnan. Dari informasi yang diperoleh, otoritas Singapura telah melakukan investigasi untuk mengusut kasus tersebut.
"Dia (Singapura) sudah melakukan investigasi," ujarnya.
Fachir menyebut, korban iklan "penjualan" PRT secara online di Singapura bukan hanya WNI. Ada warga negara lain yang mengalami hal serupa.
"Memang bukan hanya warga kita, tapi kita yang protes pertama sebenarnya," tuturnya.
Kementerian Tenaga Kerja Singapura atau Ministry of Manpower (MOM) sedang menyelidiki kasus para asisten rumah tangga yang "dijual" di platform jual beli online Carousell.
"MOM mendapat informasi di mana pekerja rumah tangga asing dipasarkan secara tidak tepat di situs jual beli online Carousell," demikian pernyataan pihak Kementerian Tenaga Kerja Singapura dalam unggahannya di akun resmi Facebook pada Jumat malam, 14 September 2018.




